Laman

Jumat, 17 Mei 2013

Perbedaan antara Budaya Indonesia dengan Budaya Luar


Perbedaan antara Budaya Indonesia dengan Budaya Luar

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsure yang rumit, termasuk sistem  agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Unsur-Unsur Kebudayaan
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
                                               
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu
:
  • ·         alat-alat teknologi
  • ·         sistem ekonomi
  • ·         keluarga
  • ·         kekuasaan politik

Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi :
  • ·         sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
  • ·         organisasi ekonomi
  • ·         alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
  • ·         organisasi kekuatan (politik) 

 Secara umum perbedaan antara kebudayaan barat dan timur ada 10 yaitu :
1.           Hubungan.
Karna orang Timur sangat bersosialisasi atau menjalin hubungan lebih komplek, makanya situs jaring Facebook ataupun Friendster lebih banyak diminati oleh orang Timur, khususnya Indonesia. Berbeda dengan orang Barat mereka lebih individualis/sangat jarang menjalin hubungan dangan orang lain.

2.           Waktu
Orang Timur terkenal kurang menghargai waktu kalau ada janji kadang tidak tepat waktu. Berbeda dengan orang Barat mereka sangat menghargai waktu, sebab mereka paling enggak suka kalau janji jam karet alias telat waktu.

3.           Trendi
Jika orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, contoh : orang Timur lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal dinegara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.

4.           Terhadap sesuatu yang Baru
Orang Timur kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, makanya nggak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtive, punya handphone gonta ganti, bahkan ada yang koleksi HP, mobil tiap tahun gonta-ganti, hanya karena nggak mau ketinggalan model. Berbeda dengan orang Barat Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta keblinger pengen tahu dan pengen memiliki atau memakainya , hanya sekedar tahu saja.

5.           Menghadapi masalah
Kalau orang Timur lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah, berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah. Makanya jangan heran kalau di Indonesia orang mau sukses ambil jalan pintas, mau bisnis sukses, main suap rekan bisnis, mau anak sukses jadi pegawai negeri, main suap sana suap sini, mau jadi caleg, asal punya duit jadi deh nomor urut 1, nggak sedikit yang datang ke dukun supaya lebih tercapai cita-cita jadi anggota dewan. 

6.           Gaya Hidup.
Orang Timur khususnya Indonesia sangat senang kalau tetap deket sama keluarga, makan kaga makan yang penting kumpul. Berbeda dengan orang Barat mereka cenderung individualis.

7.           Anak
Dikeluarga orang Timur terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat memanjakan, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang orang tua tetap masih aja ngurusin anaknya, dengan harapan keturunan mereka bisa lebih langgeng dan sukses. Berbeda dengan keluarga orang Barat, anak-anak mereka dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya.


8.           Di tempat makan
Ditempat makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, nggak rame dan seberisik orang Timur.

9.           Transportasi
Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang Timur, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.

10.       Opini/Pendapat
Orang Timur cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya/tujuannya tidak serumit yang dimaksud. Sangat berbeda dengan orang Barat, mereka langsung ke pokok masalah dan mereka nggak biasa basa-basi.

Adapun Perbedaan Budaya Barat dan Budaya Indonesia :

1.       AGAMA
Masyarakat Indonesia memeluk agama Islam, Hindu, Buddha, serta keyakinan animisme dan dinamisme sebelum kedatangan bangsa asing. Agama baru yang dikenalkan mereka adalah Kristen Katolik yang dibawa oleh kaum Portugis yang disebut misionaris, serta agama Kristen Protestan oleh Belanda yang disebut zendeling.
Penyebar Kristen Katolik yang terkenal ialah, Fransiscus Xaverius. Ia seorang Portugis. Ia menyebarkan agama Kristen Katolik dengan membawa lonceng di tangannya, mengumpulkan warga, dan memerintah kepada pengikutnya untuk mengajarkan kepada orang lain secara berturut-turut. Xaverius juga berhasil membaptis ribuan orang di wilayah Maluku. Agama Kristen Katolik berkembang di Maluku, NTT, Sulawesi Utara, Pulau Siau dan Sangir.
Golongan pembaharu Kristen memisahkan diri dari Gereja Katolik Romawi disebut Protestan. Para penyebar agama ini deisbut zendeling. Merka adalah orang Belanda. Mereka juga mendatangkan guru-guru Injil dan pendeta-pendeta dari Belanda, mendirikan sekolah-sekolah, dan membiayai upaya penerjemahan Injil ke dam bahasa setempat.
Agama baru tersebut berkembang di Indonesia bagian timur. Kedua agama ini memiliki gedung tempat ibadah yang disebut gereja. Seni bangun gereja Katolik mengikuti gaya Romawi dan Gotik, sementara Kristen mengikuti tradisi arsitektur masyarakat setempat.

2.       Adat Istiadat
Adat istiadat Barat sangat berpengaruh terhadap masyarakat Indonesia. Ciri-ciri adat Barat yang mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia :
a.           Tata cara bergaul antaranggota masyarakat Indonesia adalah feodalisme, tapi budaya Barat justru bersifat bebas dan demokratis. Pergaulan wanita & pria, orang tua & muda, terbuka dan bertanggung jawab.
b.           Model berpakaian masyarakat Indonesia hanyalah kain yang dililitkan di tubuh. Masyarak belum mengenal pakaian pantas. Jika model berpakaian ala Barat, adakalanya berpakaina tebal dan kadang tipis. Pakaian Barat lelaki berupa setelan jas yang berdasi dan bersepatu, sedangkan untuk perempuan pakaian rok dan blus serta bersepatu.
c.           Gaya perkawinan bangsa Eropa terkesan glamor, sementara masyarakat Indonesia sederhana dan masih ada perjodohan.
d.           Negeri penjajah berbentuk kerajaan dan mendukung pemberian gelar kebangsawanan.
e.           Budaya Barat yang ditularkan ialah rasionalisme, yaitu kebenaran sesungguhnya dan berasal dari akal menusia. Dengan begitu, masyarakat Indonesia menjauhi kepercayaan takhayul.
f.            Budaya barat ialah sangat disiplin dan menghargai waktu, sehingga masyarakat Indonesia bisa bekerja lebih baik.
g.           Bangsa Indonesia, umumnya memiliki sifat saling kerjasama, namun budaya Barat menularkan sifat Individualisme, yaitu mementingkan pribadi sendiri.

3.       Pendidikan
Sebelumnya, masyarakat Indonesia belum mengenal  pendidikan berijazah. Namun, Bangsa Barat mendirikan sekolah-sekolah dan menerapkan pendidikan dualisme. Dengan begitu, banyak kaum terpelajar dari Indonesia dan memelopori pergerakan nasional. Adanya pembagian jenjang pendidikan (dasar,menengah, dan pendidikan tinggi).

4.       Kesenian
Peninggalan kesenian dari bangsa Barat, meliputi seni bangun, music, sastra, tari dan rupa. Indonesia belum mengenal music keroncong, namaun setelah kedatangan Portugis, masyarakat Indonesia sering memainkan music keroncong. Seni Sastra mulai berdiri Komisi Bacaan Rakyat. Seni tari cara Barat yaitu tari berpasangan pria-wanita. Seni Rupa berupa patung di gereja-gereja. Seni film pertama kali diputar berjudul Loetoeng Kasaroeng

Selasa, 07 Mei 2013

IBD Artikel


Kesalah pahaman yang terjadi antara aku, ibu, dan temanku


Dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita temui hal-hal yang menyangkut tentang masalah konflik dan perselisihan. Terutama didalam keluarga. Pendapat atau argumentasi seorang anak dan orang tua biasanya memiliki kecenderungan perbedaan yang cukup signifikan terutama dalam pola pikirnya. Dibawah ini terdapat contoh kasus tentang perselisihan antara Ibu dan anak serta teman dekat si anak.
Seorang anak yang bernama Rani (16 th) yang duduk di bangku kelas 1 SMA sudah berteman baik dengan Sabrina (16 th). Persahabatan mereka sangat kuat bahkan setiap malam mereka berdua selalu belajar di rumah Sabrina, namun Rani membuat sebuah kesalahan karena setiap kali dia keluar dengan Sabrina dia tidak pernah izin dengan Ibu nya. Kemudian Ibu nya dirumah pun berpikir macam macam tentang Rani bahkan sampai berpikir jika anak nya sudah ada di pergaulan yang buruk.
Suatu hari ibu nya mengajak Rani untuk berbicara dua mata dan menyuruh Rani untuk menjauhi Sabrina namun Rani pun menolak keras perintah ibu nya itu dan menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi bahwa ia keluar malam untuk belajar bukan untuk kegiatan yang negatif namun ibunya tetap saja tidak percaya pada nya dan tetap pada pendirian untuk menyuruh Rani menjauhi Sabrina.
Keesokan hari nya Rani menceritakan apa yang di katakan ibu nya kepada Sabrina dan saat di ceritakan Sabrina tidak menerima apa yang di katakan oleh ibu nya Rani dan dia marah kepada Rani, dari kejadian itu Rani pun menjadi sangat kesal kepada ibu nya dan ia pun tidak berbicara sama sekali dengan ibu nya sampai beberapa tahun dan dari ibu nya pun hanya ngotot dengan asumsi nya sendiri dan mendiamkan balik Rani.


Kasus :
Cari sebuah artikel dengan kasus hubungan antara anak & ibu yg menjelaskan bahwa anak tersebut sedang berselisih dengan ibunya selama bertahun-tahun karena ibu tersebut yang menyebabkan hubungan anaknya hancur dengan teman dekatnya.
Pertanyaan :
1. Komentari tulisan tsb menurut anda.
2. Berikan solusi utk kasus tsb.
Jawab :
1   Menurut saya sang ibu harus nya berbicara baik baik kepada Rani dan tidak mendiamkan Rani terus menerus. Seorang ibu harus nya tau sifat anak nya dan tidak terlalu berlebihan khawatir kepada Rani.  
2   Solusi nya :
ü  Ibu dan Rani saling percaya satu salah lain.
ü  Ibu, Rani, dan Sabrina ngomong bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik
ü  Rani membuktikan kepada ibu kalo pergaulan dengan Sabrina tidak menyimpang (negatif)
ü  Seharusnya Ibu dan Rani tidak saling egois. Ngomong dengan baik-baik supaya mendapatkan solusi nya. 

Sabtu, 27 April 2013

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Dikehidupan Masyarakat


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Definisi Sistem Informasi Manajemen :
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya peraturan dari pemerintah.

Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang. Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen :
Tujuan sistem informasi manajemen adalah  memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.



Contoh sistem informasi dalam organisasi  :


Keterangan Gambar :
1.Sistem Informasi pada Tingkat Operasional yakni sistem informasi yang memonitor aktivitas mendasar dan transaksi dari organisasi. Misal Kegiatan penjualan,penerimaan kas penjualan. Tabungan, gaji keputusan kredit, dan aliran bahan baku suatu pabrik.
2.Sistem Informasi pada Tingkat Pengetahuan yakni sistem informasi yang mendukung pekerja pengetahuan dan data dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah membantu organisasi mengontrol aliran kertas kerja.
3.Sistem Informasi pada Tingkat Manjemen yakni sistem informasi yang mendukung monitoring, pengawasan, pembuatan keputusan, dan aktivitas administratif manajer.
4.Sistem Informasi pada Tingkat Strategis yakni sistem informasi yang mendukung kegiatan perencanaan jangka panjang dari manajemen puncak. Perhatian utama dari sistem ini adalah menyesuaikan perubahan pada lingkungan eksternal.




Rabu, 23 Januari 2013

Agama dan Masyarakat


BAB X
Agama dan Masyarakat

Fungsi Agama mempunyai tiga aspek penting yang selalu dipelajari yaitu kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan, sejauh mana fungsilembaga agama dalam memelihara sistem. Fungsi agama di bidang sosial adalah fungsi penentu, di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik di antara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.

            Lembaga keagamaan berkembang sebagai pola ibadah, pola ide-ide, ketentuan (keyakinan), dan tampil sebagai bentuk asosiasi atau organisasi. Pelembagaan agama puncaknya terjadi pada tinggak intelektual, tingkat pemujaan (ibadat), dan tingkat organisasi. Tampilnya organisasi agama adalah adanya perubahan batin atau kedalaman beragama, mengimbangi perkembangan masyarakat dalam hal alokasi fungsi fasilitas, produksi, pendidikan, dan sebagainya.

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan


BAB IX
Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan ialah suatu petunjuk adanya suatu yang inheren, dan adanya perubahan, harmoni atau disharmoni. Keperluan sekarang adalah pengetahuan ilmiah yang harus ditingkatkan kerana pengetahuan, perbuatan, ilmu, dan etika makin saling bertautan. Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat meyongsong masa depan cerah, kepercayaannya sudah mendalam. Sikap demikian adalah wajar, asalkan tetap dalam konteks penglihatan yang rasional. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat di bebaskan dan di pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi, interelasi dan ramifikasi (percabangan).

Ilmu pengetahuan ialah bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pankal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematism metodis, rasional/logis, dan umum.

Teknologi adalah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani. Teknologi memperlihatkan kepada masyarakat sebagai impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.

Kemiskinan biasa nya di artikan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Di katakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, dan tempat tinggal. 

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat


BAB VIII
Pertentangan  Sosial dan Integrasi Masyarakat

Integrasi adalah suatu keadaan dimana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahakan kebudayaan mereka masing-masing. Kita harus bisa menerapkan integrasi sosial kepada masyarakat ,agar rasa toleransi sesama kembali tumbuh,integrasi sosial sendiri adalah suatu keadaan dimana kelompok - kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformintas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat namun tetap mempertahankan kebudayaan masing-masing. Dengan Integrasi sosial ini kita bisa mengurangi atau mengendalikan peretentangan(konflik),dalam lingkup kecil apabila kita mempunyai masalah dengan seseorang kita bisa memusyawarahkannya agar bisa diambil keputusan atau bisa diambil jalan keluarnya tidak dengan cara kekerasan.Untuk para pelajar sendiri hendaknya mereka ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa solidaritas mereka,contohnya ikut dalam kegiatan Pramuka atau Karang taruna.

            Proses integrasi nasional Indonesia sesungguhnya masih terus berlangsung. Proses integrasi nasional ini masih dalam proses penyelesaian sehingga bentuk bakunya masihlah dicari. Dalam kasus Indonesia pula, terdapat sejumlah penjelasan guna menggambarkan metode terjadinya integrasi nasional. Penjelasan-penjelasan ini memiliki aneka perbedaan titik tekan. Seluruh pendekatan yang tersedia kemudian dapat dipertimbangkan signifikansinya sebagai metode integrasi nasional Indonesia.

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan


BAB VII
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering di sebut dengan urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat – sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ciri yang menonjol pada masyarakat kota adalah kehidupan keagamaan berkurang bila di bandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak di peroleh warga kota dari pada warga desa.

            Masyarakat pedesaaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja pada akhirnya berakibat di pedesaaan terdapat banyak oang yang tidak mempunyai pekerjaan.

            Masyarakat pedesaan/desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Perdesaan mempunyai ciri-ciri seperti saling kenal dengan antar ribuan jiwa, ada pertalian yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan, dan cara berusaha agraris bersifat sambilan. Masyarakat pedesaan di tandai dengan pemilikan ikatan persaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga / anggota masyarakat yang amat kuat.