Laman

Sabtu, 27 April 2013

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Dikehidupan Masyarakat


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Definisi Sistem Informasi Manajemen :
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya peraturan dari pemerintah.

Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang. Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen :
Tujuan sistem informasi manajemen adalah  memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.



Contoh sistem informasi dalam organisasi  :


Keterangan Gambar :
1.Sistem Informasi pada Tingkat Operasional yakni sistem informasi yang memonitor aktivitas mendasar dan transaksi dari organisasi. Misal Kegiatan penjualan,penerimaan kas penjualan. Tabungan, gaji keputusan kredit, dan aliran bahan baku suatu pabrik.
2.Sistem Informasi pada Tingkat Pengetahuan yakni sistem informasi yang mendukung pekerja pengetahuan dan data dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah membantu organisasi mengontrol aliran kertas kerja.
3.Sistem Informasi pada Tingkat Manjemen yakni sistem informasi yang mendukung monitoring, pengawasan, pembuatan keputusan, dan aktivitas administratif manajer.
4.Sistem Informasi pada Tingkat Strategis yakni sistem informasi yang mendukung kegiatan perencanaan jangka panjang dari manajemen puncak. Perhatian utama dari sistem ini adalah menyesuaikan perubahan pada lingkungan eksternal.




Rabu, 23 Januari 2013

Agama dan Masyarakat


BAB X
Agama dan Masyarakat

Fungsi Agama mempunyai tiga aspek penting yang selalu dipelajari yaitu kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan, sejauh mana fungsilembaga agama dalam memelihara sistem. Fungsi agama di bidang sosial adalah fungsi penentu, di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik di antara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.

            Lembaga keagamaan berkembang sebagai pola ibadah, pola ide-ide, ketentuan (keyakinan), dan tampil sebagai bentuk asosiasi atau organisasi. Pelembagaan agama puncaknya terjadi pada tinggak intelektual, tingkat pemujaan (ibadat), dan tingkat organisasi. Tampilnya organisasi agama adalah adanya perubahan batin atau kedalaman beragama, mengimbangi perkembangan masyarakat dalam hal alokasi fungsi fasilitas, produksi, pendidikan, dan sebagainya.

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan


BAB IX
Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan ialah suatu petunjuk adanya suatu yang inheren, dan adanya perubahan, harmoni atau disharmoni. Keperluan sekarang adalah pengetahuan ilmiah yang harus ditingkatkan kerana pengetahuan, perbuatan, ilmu, dan etika makin saling bertautan. Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat meyongsong masa depan cerah, kepercayaannya sudah mendalam. Sikap demikian adalah wajar, asalkan tetap dalam konteks penglihatan yang rasional. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat di bebaskan dan di pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi, interelasi dan ramifikasi (percabangan).

Ilmu pengetahuan ialah bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pankal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematism metodis, rasional/logis, dan umum.

Teknologi adalah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani. Teknologi memperlihatkan kepada masyarakat sebagai impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.

Kemiskinan biasa nya di artikan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Di katakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, dan tempat tinggal. 

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat


BAB VIII
Pertentangan  Sosial dan Integrasi Masyarakat

Integrasi adalah suatu keadaan dimana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahakan kebudayaan mereka masing-masing. Kita harus bisa menerapkan integrasi sosial kepada masyarakat ,agar rasa toleransi sesama kembali tumbuh,integrasi sosial sendiri adalah suatu keadaan dimana kelompok - kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformintas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat namun tetap mempertahankan kebudayaan masing-masing. Dengan Integrasi sosial ini kita bisa mengurangi atau mengendalikan peretentangan(konflik),dalam lingkup kecil apabila kita mempunyai masalah dengan seseorang kita bisa memusyawarahkannya agar bisa diambil keputusan atau bisa diambil jalan keluarnya tidak dengan cara kekerasan.Untuk para pelajar sendiri hendaknya mereka ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa solidaritas mereka,contohnya ikut dalam kegiatan Pramuka atau Karang taruna.

            Proses integrasi nasional Indonesia sesungguhnya masih terus berlangsung. Proses integrasi nasional ini masih dalam proses penyelesaian sehingga bentuk bakunya masihlah dicari. Dalam kasus Indonesia pula, terdapat sejumlah penjelasan guna menggambarkan metode terjadinya integrasi nasional. Penjelasan-penjelasan ini memiliki aneka perbedaan titik tekan. Seluruh pendekatan yang tersedia kemudian dapat dipertimbangkan signifikansinya sebagai metode integrasi nasional Indonesia.

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan


BAB VII
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering di sebut dengan urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat – sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ciri yang menonjol pada masyarakat kota adalah kehidupan keagamaan berkurang bila di bandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak di peroleh warga kota dari pada warga desa.

            Masyarakat pedesaaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan. Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja pada akhirnya berakibat di pedesaaan terdapat banyak oang yang tidak mempunyai pekerjaan.

            Masyarakat pedesaan/desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Perdesaan mempunyai ciri-ciri seperti saling kenal dengan antar ribuan jiwa, ada pertalian yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan, dan cara berusaha agraris bersifat sambilan. Masyarakat pedesaan di tandai dengan pemilikan ikatan persaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga / anggota masyarakat yang amat kuat. 

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat


BAB VI
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Pelapisan sosial adalah terbentuk dari individu-individu yang terdiri dari berbagai lata belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata. Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat ) di dalam hal pembedaan hak, pengaruh dankekuasaaan.

            Terjadinya pelapisan sosial ini bisa terjadi dengan sendirinya dan terjadi dengan disengaja. Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisa tertentu di bentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang di susun sebelumnya oleh masyarakat. Pada pelapisan terjadi dengan disengaja ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Sistem pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat kita lihat misalnya di dalam organisasi pemerintahan, oranganisasi partai politikm dan perusahaan besar.

            Kesamaan derajat adalah sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya ialah timbal balik, artinya seorang itu sebagai anggota masyarakat, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.

Warganegara dan Negara


Bab V
Warganegara dan Negara

Hukum adalah peraturan-peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.

Ciri-ciri
Ciri hukum adalah :
1)      Adanya perintah atau larangan
2)      Perintah atau larangan itu harus di patuhi setiap orang

Sumber-sumber hukum
Sumber dapat di tinjau dari segi material dan segi formal.
1)   Sumber hukum material dapat di tinjau memalui dari berbagai sudut, misalnya dari sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain.
2)      Sedangkan sumber hukum formal antara lain ialah :
a.      Undang-undang (statute)
b.      Kebiasaaan (Costum)
c.       Keputusan-keputusan hakim (Yurisprudensi)
d.      Traktat (Treaty)
e.      Pendapat  Sarjana Hukum

Negara ialah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Negara mempunyai 2 tugas utama, yaitu :
1)      Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
2)  Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan di arahkan pada tujuan negara.

Sifat-sifat Negara
Sebagai oragnisasi kekuasaan tertinggi, negara mempunyai sifat khusus yang tidak melekat pada organisasi lain. Sifat tersebut melekat pada negara dari kedaulatan yang di miliki. Adapun sifat tersebut adalah :
1)     Sifat memaksa, artinya negara mempunyai kekuasaaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban.
2)  Sifat monopoli, artinya negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetaplan tujuan bersama dari masyarakat.
3)      Sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa kecuali.